Pasukan NATO Pimpinan AS Bunuh 2 Warga Sipil Afghanistan

Syabab.Com - Tanpa Khilafah, para penjajah dengan leluasa membunuhi terus kaum Muslim. Pasukan penjajah NATO di bawah pimpinan teroris AS di Afghanistan kembali membunuh dua warga sipil, Ahad, 26/09/2010. Pasukan penjajah tersebut membunuh kedua orang tersebut yang sedang mengendarai sepeda motor. Pihak ISAF mengatakan mereka menolak berhenti ketida sedang menuju rintangan keamanan. "Dua warga sipil Afghanistan yang naik sepeda motor itu dibunuh setelah mereka tidak mematuhi peringatan-peringatan agar berhenti ketika mendekati garis batas keamananan di Afghanistan selatan pada Sabtu," kata ISAF dalam sebuah pernyataan.

Demikianlah, Amerika beserta sekutunya memperlihatkan kerusakkan "demokrasi dan liberalisme" dan melegalkan pembunuhan hampir setiap hari atas kaum Muslim.

Sampai kapan derita umat ini berakhir? Para pasukan tentara di negeri-negeri Muslim malah hanya berdiam di barak-barak militer mereka. Sementara saudara mereka meronta dan menjerit, "Di manakah Al-Mu'tashim? Di manakah para pasukan Shalahuddin?"

Serangan teroris pimpinan Amerika juga telah membunuh puluhan warga sipil di Provinsi Laghman pada hari Jumat. Hal itu semakin menuai kemarahan warga Afghanistan dan mengecam pembunuhan.

Amerika Serikat telah membuat serangan 9/11 yang mengorbankan warganya sendiri untuk dijadikan alasan melakukan penjajahan di Afghanistan. Melalui kampanye busuk "global war on terrorism" yang diteruskan oleh media-media Barat, AS melakukan pembenaran untuk terus membunuhi kaum Muslim.

Sayangnya, "global war on terrorism" tersebut diikuti oleh negeri-negeri Muslim lainnya, yang telah menjadikan Amerika sebagai tuannya.

Demikianlah, derita umat ketika kaum Muslim tidak Khilafah, institusi pemersatu umat sedunia sebagai perisai umat. Berbeda halnya, jika Khilafah itu ada, maka kehormatan dan kewibawaan kaum Muslim akan terjaga. Sudah saatnya kaum Muslim bahu membahu bekerja untuk menyadarkan umat agar mereka kembali kepada Islam, kembali kepada Khilafah. Insya Allah, pasti akan tegak lagi! [m/f/prstv/ant/syabab.com]